Usaikhutbah Jumat Agung, dilanjutkan dengan prosesi Perjamuan Kudus. Satu persatu jemaat Tuhan menerima roti dan anggur perjamuan sebagai symbol menerima tubuh dan darah Yesus Kristus yang telah menebus manusia. Peringatan Jumat Agung Yesus Kristus juga terpantau diikuti oleh umat Nasrani dengan khimad.
KebaktianJumat Agung Jumat, 2 April 2020, pk. 09.00 WIB Ada Perjamuan Kudus Kebaktian Paskah Minggu, 4 April 2010, pk. 09.00 WIB Kebaktian Hanya 1 kali Terima kasih. SOLI DEO GLORIA! Facebook. Twitter. WhatsApp. RELATED ARTICLES MORE FROM AUTHOR. Pembinaan Pengkhotbah Awam. Raja Yang Menderita.
30Maret 2018, 13:30:56 WIB. Jemaat Gereja HKBP Batam Center memperingati Jumat Agung dengan perjamuan kudus. (Boni Bani/JawaPos.com) Memaknai hari Jumat Agung, Jemaat geraja HKBP Batam Centre, Batam, melaksanakan perjamuan kudus. Umat memperingati hari kematian Yesus Kristus. Perjamuan kudus ini berupa tindakan memakan roti dan
Sebanyak344 orang jemaat GKPI Pakpahan menghadiri kebaktian Jumat Agung pada hari ini Jumat 15 April 2022. Ibadah Jumat Agung pada tahun ini dirangkai dengan pelayanan Perjamuan Kudus. Perjamuan Kudus ini merupakan pelayanan Perjamuan Kudus yang pertama kalinya dilakukan secara umum semenjak pandemi covid 19 melanda dunia pada awal 2020 yang
TRIBUNKALTARACOM, TANJUNG SELOR - Ratusan umat nasrani yang tergabung dalam GPIB Jemaat Maranatha, Tanjung Selor mengikuti prosesi perjamuan kudus, Jumat (15/4/2022). Prosesi yang diikuti sekitar 250 jiwa tersebut, menjadi bagian dalam peribadatan di hari Jumat Agung menjelang Hari Raya Paskah.
91DH.
Sumber Dokumentasi GKI Manyar Beberapa hari yang lalu seorang anggota jemaat mengirimkan pesan via WhatsApp kepada saya kira-kira demikian “Bu Pendeta, tolong tanya bagaimana prosedur untuk mengikuti Perjamuan Kudus melalui live-streaming? Bolehkah kami sediakan roti dan anggur sendiri di rumah, atau jika tidak, di mana kami bisa mendapatkan roti dan anggur tersebut?” Bagi saya, pertanyaan tersebut menyiratkan kerinduan akan tanda cinta Tuhan melalui Perjamuan Kudus. Sampai saat ini sudah tiga kali kita merayakan hari Minggu dengan ibadah di rumah dalam ibadah secara daring/online. Mungkin Anda bertanya, “Jika demikian, mengapa kita tidak merayakan Perjamuan Kudus secara online saja? Tidakkah Jumat Agung akan kehilangan makna, tanpa Perjamuan Kudus?” Wajar jika timbul pertanyaan-pertanyaan tersebut. Sehari usai melayankan ibadah secara daring pertama kali pada Minggu, 22 Maret 2020, sejujurnya saya mulai memikirkan kemungkinan umat merayakan Perjamuan Kudus pada Jumat Agung di rumah masing-masing, mengingat pandemi Covid-19 di Indonesia semakin hari semakin memprihatinkan. Saya berkomunikasi dengan Pdt Handi Hadiwitanto, Ketua Umum BPMS GKI, karena hal ini pasti membutuhkan kajian bersama di dalam kesatuan tubuh GKI. Tidak lama kemudian, kami para pimpinan GKI berdiskusi dalam grup WhatsApp yang dibentuk pada hari itu juga untuk membicarakan topik ini, serta perihal ibadah selama Minggu Palmarum hingga Paskah. Ada tiga opsi yang muncul. Opsi pertama, tidak melaksanakan perayaan Perjamuan Kudus pada Jumat Agung. Opsi kedua, merayakan Perjamuan Kudus di dalam kebaktian Jumat Agung yang dilayani secara online. Opsi ketiga, Perjamuan Kudus tetap dilaksanakan oleh pelayan liturgi, tetapi umat hanya melihatnya dari rumah sambil meyakini bahwa mereka juga sudah menerima Perjamuan Kudus secara spiritual. Sumber Dokumentasi GKI Manyar Mengapa akhirnya GKI memilih opsi yang pertama, yaitu menunda perayaan Perjamuan Kudus alias tidak merayakan Perjamuan Kudus pada Jumat Agung? Secara tradisi liturgi, perayaan Perjamuan Kudus di GKI sebenarnya tidak terkait erat dengan tahun gerejawi. Perjamuan Kudus tidak diadakan setiap hari Minggu. Dan juga tidak diadakan pada hari raya gerejawi seperti Natal, Pentakosta, atau Kenaikan Kristus. Perayaan Perjamuan Kudus yang terkait dengan tahun liturgi hanyalah saat Jumat Agung. Inipun karena kita mewarisi tradisi Gereja Belanda. Secara oikumenis, sebenarnya perayaan Perjamuan Kudus diadakan saat Paskah. Namun pada kenyataannya, saat ini sebagian jemaat GKI merayakan Perjamuan Kudus pada kebaktian Jumat Agung, sebagian lagi pada kebaktian Paskah. Kapan pelaksanaan Perjamuan Kudus tidaklah menjadi mutlak. Dengan demikian, tidak merayakan Perjamuan Kudus saat Jumat Agung tidaklah menjadi masalah. Lantas apakah Jumat Agung tidak akan kehilangan makna, jika tidak ada Perjamuan Kudus? Pasti tidak. Kita ingat bahwa Sakramen Perjamuan Kudus merupakan tanda anugerah Allah. Sebagaimana halnya tanda atau simbol, ia tidak menggantikan apa yang hendak ditandai atau disimbolkan. Sebagai contoh, cincin yang disematkan oleh seorang mempelai sebagai tanda cinta, tak akan pernah bisa menggantikan cinta itu sendiri. Apa jadinya, jika suatu saat cincin itu hilang atau harus dilepaskan dari jarinya, karena alasan tertentu? Apakah ia akan otomatis kehilangan cintanya? Pasti tidak. Karena cinta tak tergantikan oleh cincin. Cinta lebih bernilai daripada cincin. Demikian pula cinta Kristus. Jika demikian, apakah Perjamuan Kudus masih berharga untuk kita rayakan, jika ia hanyalah tanda? Pasti. Semakin kita menghayati cinta Kristus, akan membuat kita semakin menghargai tanda cinta-Nya, yaitu Perjamuan Kudus itu sendiri. Perjamuan Kudus membawa kita pada peringatan akan karya kasih Kristus anamnesis, bahasa Latin, artinya mengenang. Perjamuan Kudus juga membawa kita pada persekutuan, baik dengan Allah, maupun dengan sesama. Itulah sebabnya kita senantiasa diingatkan untuk memeriksa diri dan bertanya, “Apakah kita sudah hidup dalam damai dengan Allah dan sesama?” Di sini mulai bisa dilihat kesulitan teologis, jika Perjamuan Kudus dilaksanakan di rumah, atau di tempat kost kita masing-masing, baik seorang diri ataupun bersama keluarga, meskipun dalam ibadah yang dilayankan secara online atau streaming, bukan? Ya, Perjamuan Kudus sangat menekankan aspek komunal disebut sebagai komuni, communion artinya kebersamaan, di mana umat makan bersama di dalam persekutuan umat. Itulah sebabnya, jika ada anggota jemaat yang sakit, pendeta dan penatua akan tetap melayankan Perjamuan Kudus di rumah atau di rumah sakit, karena anggota jemaat tersebut tetap merupakan bagian dari persekutuan umat. Saya tak bisa membayangkan bagaimana jika Perjamuan Kudus kita rayakan saat ini, sementara ada saudara kita yang harus berada di ruang isolasi atau para tenaga kesehatan yang harus menjalani karantina mandiri usai berjuang di garda depan bagi kesembuhan pasien Covid-19. Perjamuan Kudus mengingatkan kita untuk berbelarasa dengan saudara-saudara kita, tanpa batas. Sumber Dokumentasi GKI Manyar GKI memilih untuk mengutamakan keterlibatan umat, daripada melaksanakan Perjamuan Kudus di tengah situasi social distancing dan physical distancing saat ini. Itulah sebabnya GKI tidak memilih opsi ketiga, di mana saat Perjamuan Kudus ditayangkan, umat hanya melihat sembari meyakini bahwa mereka juga sudah menerima Perjamuan Kudus secara spiritual. Ketika kita bersama-sama mengecap roti dan anggur, kita sedang menghayati tanda kehadiran Kristus setiap hari di dalam hidup kita, yang mewujud dalam kebutuhan yang paling pokok dalam hidup kita yaitu makanan dan minuman. Dia hadir di sini, saat ini! Dia, Kristus, yang mengajar kita untuk mempercayai Allah sebagai Bapa yang memelihara hidup kita setiap hari, sebagaimana Doa Bapa Kami yang juga kita ucapkan dalam perayaan Perjamuan Kudus ini. Doa dan harapan kita saat ini adalah kita dapat merayakan Perjamuan Kudus bersama saudara-saudara kita di seluruh GKI, mulai dari Batam hingga Denpasar-Bali. Kapan itu? Akan tiba saatnya! Karena bersama-sama kita pasti bisa melewati badai Covid-19 ini. Bukankah Perjamuan Kudus membawa kita selalu dalam pengharapan, keyakinan iman, belarasa sekaligus ungkapan syukur? LM Baca juga
LITURGI PERJAMUAN KUDUS JUMAT AGUNG, 14 APRIL 2017 PERSIAPAN Pembukaan oleh seorang diaken Jemaat Berdiri dan menyanyi PKJ 91-2 DENGAN MALAIKAT, ANGKATLAH do=g 4 ketuk VOTUM Pelayan Dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus SALAM Pelayan Kasih Karunia menyertai kamu, dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan kita Yesus Kristus yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini menurut kehendak Allah dan Bapa kita. Bagi-Nyalah kemuliaan kekal selama-lamanya, Amin! Jemaat Duduk INTROITUS Pelayan Nas Pembimbing ................... Jemaat Menyanyi KJ 1781-2 KARENA KASIHNYA PADAKU TITAH PERJAMUAN KUDUS Pelayan Dengarlah olehmu titah Perjamuan yang Kudus sebagaimana yang disampaikan Rasul Paulus dalam 1 Korintus 1123-26 “Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; ia memecah-mecahkannya dan berkata “Inilah tubuhKu, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” Demikian juga ia mengambil cawan sesudah makan, lalu Ia berkata “Cawan ini adalah Perjanjian Baru yang dimeteraikan oleh darahKu; perbuatlah ini setiap kali kamu meminumnya menjadi peringatan akan Aku!” Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang. PENGAKUAN DOSA Pelayan Marilah kita merendahkan diri di hadapan Allah dan mengaku segala dosa kita kepada-Nya “Kasihanilah kami ya Allah menurut kasih setiaMu, hapuskanlah pelanggaran kami menurut rahmatMu yang besar! Bersihkanlah kami seluruhnya dari kesalahan kami dan tahirkanlah kami dari dosa kami! Sebab kami sendiri sadar akan pelanggaran kami, kami senantiasa bergumul dengan dosa kami. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah kami telah berdosa dan melakukan apa yang Engkau anggap jahat. Sesungguhnya, dalam kesalahan kami diperanakkan, dalam dosa kami dikandung ibu kami. Sesungguhnya Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepada kami. Bersihkanlah kami dari pada dosa kami dengan hisop, maka kami menjadi tahir. Basuhlah kami, maka kami menjadi lebih putih dari salju! Biarlah kami mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang-tulang yang Kau remukkan bersorak-sorak kembali. Bangkitlah kiranya kami kembali pada kegirangan karena selamat yang dari padaMu dan lengkapilah kiranya kami, dengan Roh yang rela. Amin” Jemaat Menyanyi NKB 101 DARI KUNGKUNGAN MALAM GELAP PEMBERITAAN ANUGERAH Pelayan Sebagai hamba Yesus Kristus, saya memberitakan bahwa “sekalipun dosamu merah seperti kirmizi akan menjadi putih seperti salju, sekalipun berwarna merah seperti kain kesumbah, akan menjadi putih seperti bulu domba”. Sebab Allah telah mendamaikan dunia dengan diri-Nya, dengan perantaraan Kristus, oleh sebab itu biarlah kita diperdamaikan sama sendiri dengan saling mengampuni serta mengambil bagian dalam damai sejahtera Allah. Jemaat Menyanyi NKB 171 AGUNGLAH KASIH ALLAHKU ARTI PERJAMUAN Pelayan Saudara-saudara yang dikasihi Yesus Kristus! Hendaklah kita renungkan, apa sebabnya Tuhan Yesus menetapkan Perjamuan Kudus agar kita merayakannya? Dalam Perjamuan Kudus, kita diingatkan bahwa Yesus Kristus telah diutus Bapa-Nya ke dalam dunia, dan menjadi sama dengan manusia dalam segala hal, kecuali dosa. Ia telah menanggung kutuk dosa dari awal, sampai akhir hidup-nya. Ia telah diikat, supaya kita dilepaskan. Ia dihukum mati, supaya kita yang bersalah dibebaskan di hadapan penghukuman Allah. Ia telah menanggung segala kutuk kita di atas kayu salib, supaya kita dipenuhi dengan berkatNya. Ia telah menyaringkan suara-Nya “Ya Allah, Ya Allah, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” supaya kita diterima oleh Allah dan sekali-kali tidak ditinggalkan-Nya. Dan ia telah menamatkan pekerjaan-Nya dengan kematian-Nya waktu Ia berkata “Sudah genap” Tetapi Allah telah membangkitkan Ia dari antara orang mati dan mengaruniakan pada-Nya suatu nama di atas segala nama supaya dengan nama Yesus itu, segala lutut akan bertelut dan segala lidah akan mengaku”Yesus Kristus adalah Tuhan” Pelayan Setiap kali kita merayakan Perjamuan Kudus, kita menerima itu selaku tanda dan meterai kasih dan setia-Nya kepada kita. Kita beroleh ketentuan di dalam iman, bahwa Ia telah memberikan tubuh-Nya dipakukan pada kayu salib, dan menumpahkan darah-Nya, supaya kita yang lapar dan berdahaga dikenyangkan dan disegarkan untuk memperoleh hidup yang kekal. Setiap kali kita merayakan Perjamuan Kudus, kita memberitakan kepada dunia ini tentang kebangkitan dan kematian Tuhan kita Yesus Kristus. Setiap kali kita merayakan Perjamuan Kudus, kita merayakan Persekutuan kita dengan Allah Tritunggal, dan juga Persekutuan diantara kita sebagai anggota-anggota dari satu tubuh. Kita merayakan Perjamuan Kudus sambil percaya akan janji Tuhan kita Yesus Kristus, seperti yang tertulis dalam kitab Injil Matius demikian “akan tetapi Aku berkata kepadamu mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini samapi hari Aku meminumnya, yaitu yang baru bersama-sama kamu dalam kerajaan Bapa-Ku” Jika demikian, setiap kali kita makan roti dan minum anggur dalam Perjamuan Kudus, itu merupakan suatu tanda dan meterai dari kasih setia Tuhan kita Yesus Kristus kepada kita. Jemaat Menyanyi PKJ 351 SUCI, SUCI, SUCI Pelayan berdoa Pelayan Ya Bapa yang penuh dengan kasih setia, kami mohon kepadaMu, agar di dalam Perjamuan Kudus ini, Engkau bekerja oleh RohMu di dalam hati kami, agar dengan iman, kami mempersembahkan tubuh kami menjadi korban yang hidup, yang kudus dan kiranya berkenan kepadaMu. Kenyangkan dan segarkanlah hati kami yang menanggung berat, dengan roti hidup. Kuatkanlah kami supaya kami tidak hidup lagi di dalam dosa, melainkan Kristus hidup dalam kami dan kami di dalam Dia. Berikanlah kepada kami iman yang teguh bahwa Engkaulah Bapa yang penuh pengasihan, yang tidak berbuat kepada kami setimpal dengan dosa-dosa kami. Karuniakanlah kepada kami anugerahMu, supaya kami mendapat penghiburan dalam memikul salib dan menyangkal diri kami, dalam bersaksi dan memandang kepadaMu, baik dalam suka dan duka, sambil menanti Tuhan Yesus dari Surga, yang telah menyambut kami untuk hidup yang kekal. Amin. PENGAKUAN IMAN NICEA KONSTANTINOPEL Jemaat Berdiri Pelayan Marilah kiita bersama-sama mengucapkan pengakuan iman Nicea Konstantinopel dengan semua orang Kristen di segala tempat dan waktu, demikian P+J “Aku percaya kepada satu Allah, Bapa yang Maha Kuasa, Pencipta langit dan bumi, segala yang kelihatan dan tidak kelihatan. Dan kepada satu Tuhan Yesus Kristus, Anak Allah yang tunggal, yang lahir dari sang Bapa sebelum ada segala zaman, Allah dari Allah, terang dari terang, Allah yang sejati dari Allah yang sejati. Diperanakkan bukan dibuat, sehakekat dengan sang Bapa, yang dengan perantaraan-Nya segala sesuatu dibuat. Yang telah turun dari sorga untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita dan menjadi daging oleh RohKudus, dari Anak darah Maria, dan menjadi manusia yang disalibkan bagi kita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, menderita dan dikurburkan yang bangkit pada hari ketiga, sesuai dengan isi kitab-kitab. Dan naik ke sorga; yang duduk di sebalah kanan sang Bapa, dan akan datang kembali dengan kemuliaan untuk mengahakimi orang yang hidup dan yang mati; yang kerajaan-Nya takkan berakhir. Aku percaya kepada Roh Kudus yang jadi Tuhan dan menghidupkan yang keluar dari sang Bapa dan Sang Anak, yang bersama-sama dengan sang Bapa dan sang Anak disembah dan dimuliakan. Yang telah berfirman dengan perantaraan para nabi. Aku percaya satu gereja yang kudus dan am dan rasuli. Aku mengaku satu baptisan untuk pengampunan dosa. Aku menantikan kebangkitan orang mati, dan kehidupan di zaman yang akan datang. Amin. Jemaat Menyanyi KJ 2851 TUHANKULAH GEMBALAKU Jemaat Duduk PELAYANAN SAKRAMEN 1. PENGARAHAN HATI Pelayan supaya kita dipelihara oleh roti sorgawi, yakni Yesus Kristus, janganlah hati dan pikiran kita melekat pada roti dan anggur yang kelihatan ini, melainkan hendaklah dalam iman, kita mengarahkan hati da pikiran kita kepada Yesus Kristus Tuhan dan Juruslamat kita. “Carilah perkara yang di atas tempat di mana Kristus ada duduk di sebelah kanan Allah.” Jemaat Menyanyi PKJ 411-2 KU DATANG KEPADAMU 2. UNDANGAN Pelayan Marilah karena segala sesuatu telah tersedia. “Ya Tuhan, kuatkanlah iman kami oleh Roh Kudus, Amin.” Jemaat Menyanyi KJ 3141-4 PUJILAH SUMBER HIDUPMU 3. SAKRAMEN Pelayan Roti yang saya pecah-pecahkan ini menunjuk kepada kita akan tubuh Kristus yang dipecahkan karena kita. Karena itu, ambillah...! Roti diedarkan oleh petugas setelah semua peserta mendapatkan bagiannya, pelayanan berkata; Makanlah, ingatlah dan percayalah bahwa tubuh Tuhan kita Yesus Kristus telah dipecahkan untuk keampunan yang sempurna, atas segala dosa kita. Jemaat Makan roti yang telah dibagikan. Pelayan Cawan minuman ini menunjukkan pada kita akan darah Kristus yang ditumpahkan karena kita. Karena itu, ambilah....! anggur diedarkan oleh petugas, setelah semua peserta mendapat bagiannya, pelayan meneruskan dengan berkata Minumlah, ingatlah dan percayalah, bahwa darah Tuhan kita Yesus Kristus telah ditumpahkan untuk pengampunan yang sempurna atas segala dosa kita. Jemaat Bersama-sama minum anggur yang telah dibagikan. Jemaat Menyanyi NKB 2171-3 SEMUA YANG TERCIPTA sambil cawan dikumpulkan. PEMBACAAN ALKITAB Pelayan Membaca bagian Alkitab sebagai petunjuk hidup baru. Setelah itu pelayan berkata “Damai Sejahtera Allah yang melebihi segala akal itu, akan mengawali hatimu dan pikiranmu di dalam Yesus Kristus.” sambil berjabatan tangan, kepada pelayan pendamping pelayan berkata “Damai sejahtera bagimu.” Jemaat Menyanyi NKB 1431 JANJI YANG MANIS sementara pelayan kembali ke mimbar PUJIAN SYUKUR Pelayan Saudara-saudara yang dikasihi Yesus Kristus, marilah kita menaikkan puji syukur kepada Tuhan, dengan masing-masing berkata dalam hatinya demikian baca Mazmur __________________ PERSEMBAHAN SYUKUR Diaken Marilah kita mengungkapkan syukur dengan hati, mulut dan tangan kita, sambil mengingat Firman Tuhan “Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk diri sendiri, tetapi untuk Dia yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.” Marilah kita berdoa....... Jemaat Menyanyi PKJ 1531-3 PAKAILAH SELURUH HIDUPMUsambil persembahan dikumpulkan” DOA SYUKUR Pelayan Berdoa bebas, diakhiri dengan Doa Bapa Kami WARTA JEMAAT PENUTUP Jemaat Berdiri dan menyanyi NKB 1771 KUCARI SUATU PANJI BERKAT Pelayan Pulanglah saudara-saudara ke dalam hidup dan tugasmu dengan menerima berkat Tuhan. Pelayan Allah sumber pengharapan dalam Yesus Kristus memenuhi saudara dengan sukacita dan damai sejahtera, supaya oleh Roh Kudus saudara berlimpah-limpah dengan pengharapanJemaat Menyanyi Amin, Amin, Amin.. Jemaat Menyanyi NKB 1671 “Tuhan Yesus Sahabatku” Jemaat Doa pribadi Jemaat Saling bersalaman.....
KUDUS – Jemaat Kristiani merayakan Jumat Agung di Gereja Injil di Tanah Jawa GITJ Kudus. Jumat Agung dilaksanakan secara live streaming dan tatap muka yang masih dibatasi. Namun, tanpa digelar Perjamuan Kudus dan Kasih. Majelis Komisi Pemuda GITJ Kudus Juni Hermawan mengatakan, sebelum pandemi pihaknya pasti menyediakan Perjamuan Kudus dan Perjamuan Kasih. Perjamuan Kudus di antaranya menyediakan makanan berupa roti dan minuman anggur. Sedangkan Perjamuan Kasih berupa suguhan makanan berat. ”Namun setelah datangnya pandemi, sampai saat ini kami tidak meyediakan perjamuan itu,” katanya. Perjamuan itu, kata dia, dibagikan usai pemberitaan firman. Sedangkan ibadah Jumat Agung dipimpin Pendeta GITJ Herin Kahadi Jayanto. Menurutnya, tingkat kehadiran jemaat kali ini lebih meningkat daripada tahun sebelumnya. Sebab, tahun lalu kebanyakan jemaat beribadah di rumah masing-masing. Dalam perayaan Jumat Agung, GITJ Kudus masih menerapkan pembatasan. Kapasitas di gedung utama hanya boleh terisi 80 jemaat. Berdasarkan pantauan, tempat duduk juga masih diberi garis silang berwarna kuning. Kursi panjang yang berada dalam gedung utama hanya diisi dua jemaat. ”Jika di dalam sudah tidak muat, kami alihkan ke luar,” terangnya. Di luar gedung sendiri tampak tenda berwarna merah putih terpasang. Kursi yang sudah disediakan pun tidak sampai ke halaman gereja. Setidaknya hanya ada 175 jemaat yang hadir pada Jumat Agung kemarin. ”Jelang Paskah merupakan perayaan besar bagi kami. Namun, saat pandemi melanda, kami tak bisa merayakan momen-momen besar seperti Perjamuan Kasih. Terutama perayaan Paskah anak-anak,” ungkapnya. Dia menambahkan, Paskah anak-anak ialah semacam bentuk permainan dan lomba yang diadakan di gereja dengan peserta anak-anak. Kadang acara tersebut dilaksanakan setelah acara kebaktian. ”Pelaksaan bisa setelah acara Jumat Agung maupun setelah acara Minggu Paskah. Pihaknya masih belum berani merayakan paskah anak itu, lantaran masih pandemi,” imbuhnya. ark/lin KUDUS – Jemaat Kristiani merayakan Jumat Agung di Gereja Injil di Tanah Jawa GITJ Kudus. Jumat Agung dilaksanakan secara live streaming dan tatap muka yang masih dibatasi. Namun, tanpa digelar Perjamuan Kudus dan Kasih. Majelis Komisi Pemuda GITJ Kudus Juni Hermawan mengatakan, sebelum pandemi pihaknya pasti menyediakan Perjamuan Kudus dan Perjamuan Kasih. Perjamuan Kudus di antaranya menyediakan makanan berupa roti dan minuman anggur. Sedangkan Perjamuan Kasih berupa suguhan makanan berat. ”Namun setelah datangnya pandemi, sampai saat ini kami tidak meyediakan perjamuan itu,” katanya. Perjamuan itu, kata dia, dibagikan usai pemberitaan firman. Sedangkan ibadah Jumat Agung dipimpin Pendeta GITJ Herin Kahadi Jayanto. Menurutnya, tingkat kehadiran jemaat kali ini lebih meningkat daripada tahun sebelumnya. Sebab, tahun lalu kebanyakan jemaat beribadah di rumah masing-masing. Dalam perayaan Jumat Agung, GITJ Kudus masih menerapkan pembatasan. Kapasitas di gedung utama hanya boleh terisi 80 jemaat. Berdasarkan pantauan, tempat duduk juga masih diberi garis silang berwarna kuning. Kursi panjang yang berada dalam gedung utama hanya diisi dua jemaat. ”Jika di dalam sudah tidak muat, kami alihkan ke luar,” terangnya. Di luar gedung sendiri tampak tenda berwarna merah putih terpasang. Kursi yang sudah disediakan pun tidak sampai ke halaman gereja. Setidaknya hanya ada 175 jemaat yang hadir pada Jumat Agung kemarin. ”Jelang Paskah merupakan perayaan besar bagi kami. Namun, saat pandemi melanda, kami tak bisa merayakan momen-momen besar seperti Perjamuan Kasih. Terutama perayaan Paskah anak-anak,” ungkapnya. Dia menambahkan, Paskah anak-anak ialah semacam bentuk permainan dan lomba yang diadakan di gereja dengan peserta anak-anak. Kadang acara tersebut dilaksanakan setelah acara kebaktian. ”Pelaksaan bisa setelah acara Jumat Agung maupun setelah acara Minggu Paskah. Pihaknya masih belum berani merayakan paskah anak itu, lantaran masih pandemi,” imbuhnya. ark/lin
- Jumat Agung merupakan salah satu dari tiga hari suci sebelum Minggu Paskah. Hari itu dirayakan oleh umat Kristiani menjelang Paskah, sekaligus menjadi peringatan penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus di Golgota. Lantas, apa makna dan pesan Paskah PGI?Melansir laman pada Jumat Agung, umat Kristiani memperingati kematian Yesus di atas kayu salib. Lebih dari itu, Jumat Agung menjadi salah satu hari terpenting umat Kristen dan dianggap sebagai puncak pelayanan Yesus di kematian Yesus sendiri dihitung tiga hari sebelum hari Sabat, sehingga menurut kalender Kristen, hari tersebut jatuh pada hari Jumat, sedangkan pada kalender Yahudi jatuh pada penyaliban Yesus tercantum di dalam Alkitab dan disebut dalam keempat Injil yang dimulai dengan kisah Perjamuan Kudus, pengkhianatan Yudas Iskariot, Yesus berdoa di taman Getsemani, penangkapan Yesus, penyangkalan Petrus terhadap Yesus sebanyak tiga kali, Yesus diadili Mahkamah Agama, serta Yesus dihadapkan kepada Pontius Pilatus dan itu, cerita di dalam Alkitab dilanjutkan dengan kisah kebangkitan Yesus, penampakan Yesus kepada murid-muridnya dan orang banyak, kemudian kenaikan Yesus ke garis besar, Jumat Agung memiliki makna yang penting dalam sejarah umat Kristen. Hal tersebut berkaitan dengan momen penyaliban dan kebangkitan Yesus yang menjadi titik awal dari kehidupan seluruh Indonesia, perayaan Jumat Agung kerap disebut sebagai hari Wafat Isa Al-Masih, namun memiliki tanggal yang berbeda-beda tiap tahunnya, mengikuti hari Paskah. Di tahun 2023, Jumat Agung akan dirayakan pada Jumat, 7 April dengan perayaan Jumat Agung, terutama bagi umat Kristen Katolik terdapat Pekan Suci umat Kristen yang terdiri dari lima bagian, yakni di antaranya1. Minggu Palma Palem, saat Yesus masuk kota Yerusalem, disambut dan dielu-elukan sebagai seorang Kamis Putih, saat Yesus mengadakan Perjamuan Malam terakhir bersama para muridNya3. Jumat Agung, saat Yesus diadili dan dijatuhi hukuman mati oleh Pontius Pilatus, disalibkan, wafat, dan Sabtu Suci, saat Yesus turun ke tempat penantian, ke dunia orang mati, untuk mengabarkan Hari Minggu Paskah, saat Yesus bangkit kembali dari antara orang pelengkap, berikut rincian tema Jumat Agung lengkap dengan pesan paskah Khotbah Jumat Agung 7 April 2023 Melansir berikut rincian tema dan bacaan yang dibacakan saat khotbah Jumat Agung 7 April yang Rela BerkorbanJumat Agung Perjamuan Kudus Masa Paskah Stola MerahBacaan 1 Yesaya 52 13 – 53 12Bacaan 2 Ibrani 10 16 – 25Bacaan 3 Yohanes 18 1 – 19 42Tema Liturgis GKJW Meneladani Solidaritas Yesus Melalui Kerelaan BerkorbanTema Khotbah Kasih Yang Rela BerkorbanDi samping itu, melansir tema khotbah Jumat Agung yang kedua yakni “Kematian yang Membawa Kehidupan” 1 Petrus 218 – 25.Rangkaian Ibadah Jumat Agung dan Paskah Kamis, 06 April, Pkl. - Refleksi dan Doa Jumat, 07 April, Pkl - Doa Berantai di rumah masing-masing Jumat, 07 April, Pkl. - Kebaktian Jumat Agung, Baptisan/Sidi dan Perjamuan Kudus Minggu, 09 April, Pkl. dan - KKR Paskah Puasa akan diadakan pada hari Jumat, 07 April 2023 mulai bangun tidur dan diakhiri dengan mengikuti Perjamuan Kudus di gereja Jemaat dapat mengisi Lembar Pokok Doa dan mengumpulkannya secara langsung atau melalui WA kepada Sdri. Melisa Febrianti serta mengisi Jadwal Doa Berantai di Majalah Dinding paling lambat hari Jumat 31 Maret 2023.Pesan Paskah PGI 2023“IA MENDAHULUI KAMU KE GALILEA; JANGAN TAKUT!”Bdk. Mat 28 7, 10Saudara-saudari seiman di dalam Kristus,Tanpa terasa kita memasuki masa Paskah. Paskah tahun ini merupakan yang perdana setelah masa pandemi global yang relatif telah berakhir. Kita patut bersyukur kepada Tuhan Allah yang oleh karena kemurahan-Nya telah menolong kita melewati masa mencekam tersebut. Kita juga mengapresiasi kerja keras semua pihak, baik pemerintah, pekerja medis dan paramedis, relawan, organisasi-organisasi non pemerintah, maupun warga masyarakat. Kita teringat bahwa pesan Paskah 2022 lalu, yang mengambil tema “Tak Terpisahkan dari Kasih Allah” Rm. 838-39, sungguh sudah kita rasakan sepanjang tahun lalu hingga sekarang. Tuhan bersama kita melalui masa-masa sulit tersebut. Kasih Kristus adalah sebuah kenyataan yang amat Paskah tahun ini, PGI mengambil nas dari Matius 287, 10, karena kita menyadari bahwa kita belum sungguh-sungguh terlepas dari banyak masalah krusial. Setelah berlalunya pandemi Covid-19, kita menghadapi ketidakpastian ekonomi dan politik akibat perang Rusia-Ukraina yang diperkirakan memicu inflasi dan krisis ekonomi yang sudah terjadi di beberapa negara dan akan menghantam lebih banyak negara, gempa dahsyat di Turki, dan mulai memanasnya suhu politik di Tanah Air menjelang Pilpres dan Pilkada serempak pada 2024 yang berpotensi memunculkan benturan bermotif di atas berbicara mengenai kehadiran Kristus yang mendahului kita semua. Kristus yang tadinya mati dan meninggalkan para murid, kini bangkit, hadir serta bersama para murid dengan cara mendahului mereka ke Galilea. Kembali ke Galilea yang tidak dapat membanggakan simbol-simbol sesakral Bait Suci, daerah yang dihuni bersama Goyim, bangsa-bangsa yang tak bersunat! Orientasi baru setelah kebangkitan Kristus ini menegaskan ulang misi-Nya yang terarah kepada “yang lain”, seperti yang ditunjukkan penulis Injil Matius sejak awal. Kita diingatkan bahwa di antara nenek moyang Yesus terdapat perempuan Moab Mat. 15. Saat Ia lahir, orang-orang asing yang dikenal sebagai orang Majus ikut menyambut-Nya Mat. 21-12. Setelah Ia bangkit, ruang untuk Kabar Baik itu kembali terarah kepada “yang lain”, kepada segala suku dan bangsa Mat. 2819.Kristus yang bangkit memberi sinyal baru mulainya gerakan baru dengan harapan dan tatapan baru. Benar, Ia pernah menjadi korban ketidakadilan di tangan bangsa-Nya sendiri, di kota yang diyakini sebagai kota tersuci di bumi. Namun, pengalaman tragis itu tak dapat melumpuhkan daya juang yang diinspirasi oleh kebangkitan-Nya. Di Galilea, tempat yang jauh dari titik tersuci dalam keyakinan Yahudi, Ia meyakinkan para murid bahwa segala kuasa di surga dan di bumi telah diberikan kepada-Nya Mat. 2818. Kekuatan baru inilah yang memberdayakan para murid dan gereja di sepanjang zaman itu untuk mewartakan dan mewujudkan Kabar Baik bagi segala bangsa!Kristus yang bangkit mendahului kita ke Galilea untuk mengajak kita melihat ulang hidup dan misi gereja dalam terang kebangkitan-Nya. Tragedi politis seperti yang dialami-Nya, bencana kemanusiaan dan alam niscaya berulang dari zaman ke zaman. Namun, sekali lagi, kita diajak untuk kembali ke “Galilea” yang mengingatkan kita pada visi awal yang menggerakkan gereja untuk bersaksi dan menghadirkan Kabar Baik-Nya dalam berbagai situasi yang terjadi, entah itu bayang-bayang resesi ekonomi, memanasnya suhu politik di tanah air, atau bencana-bencana yang melanda silih karena itu, saudara-saudari seiman di dalam Kristus, di masa Paskah 2023 ini, izinkanlah Kristus hadir dan mendahului kita dengan menunjukkan jalan melalui kebangkitan sesudah kematian. Yesus telah memberikan panduan yang jelas bagi kita untuk menemukan orientasi baru, menjadi gereja dan pribadi-pribadi yang terus berupaya menguak ruang bagi “yang lain”, berjuang bersama “yang lain”. Kita tak perlu takut karena Dia Yang Bangkit senantiasa hadir dan mendahului kita menuju ”Galilea”. Seperti kepada para murid-Nya, kita diajak untuk “menyusul” Kristus dengan meyakini kuasa kebangkitan-Nya. Kita akan melihat Kristus yang bangkit di sana! Kristus yang hidup dan berkuasa menyertai kita Paskah!Teriring salam dan doa kami, Majelis Pekerja Harian PGIPdt. Gomar GultomKetua Umum Pdt. Jacklevyn F. ManuputtySekretaris juga Apa Arti Paskah dalam Perjanjian Baru, Makna, dan Penjelasannya 30 Ucapan Selamat Paskah 2023 yang Cocok Dibagikan ke Sosmed 20 Daftar Ucapan Paskah 2023 yang Menyentuh dan Singkat - Sosial Budaya Kontributor Imanudin AbdurohmanPenulis Imanudin AbdurohmanEditor Alexander Haryanto
perjamuan kudus jumat agung